SONJO  adalah gerakan kemanusiaan fokus pada upaya membantu masyarakat rentan dan berisiko terkena dampak penyebaran Covid-19 di DIY. Pandemi Covid-19 menciptakan krisis, yang mirip dengan kondisi perang. Dalam kondisi seperti itu, berdiam diri bukanlah opsi. Menunggu datangnya bantuan Pemerintah Pusat dan Daerah, juga bukanlah opsi. Sebaliknya, masyarakat harus berperan aktif mengerahkan segala sumber daya yang ada, mendukung pemerintah, untuk membantu kelompok masyarakat rentan dan berisiko.

SONJO adalah media untuk mempertemukan sisi permintaan (demand) dan penawaran (supply) bantuan kemanusiaan terhadap kelompok rentan dan berisiko. Gerakan SONJO didasarkan pada tiga prinsip: a) empati; b) solidaritas, dan c) gotong royong. Hastag SONJO adalah #OraAnaSingKeri atau tidak ada seorangpun yang tertinggal.

Upaya menciptakan media mempertemukan permintaan dan penawaran bantuan kemanusiaan dilakukan melalui Whatsapp Group (WAG). WAG SONJO dibentuk pada Selasa, 24 Maret 2020 jam 14.51 WIB. Hingga saat ini (Senin 1 April 2020) anggota WAG SONJO mencapai 242 anggota. WAG SONJO juga berkembang menjadi enam WAG yaitu:

1. SONJO HQ, merupakan pusat aktivitas SONJO;

2. SONJO-Database, pusat administrasi dan database untuk mendukung gerakan SONJO;

3. SONJO-Media, pusat diseminasi informasi dan jaringan media masa;

4. SONJO-Pangan, fokus pada upaya mengatasi masalah pemenuhan pangan di DIY;

5. SONJO-Inovasi, fokus pada upaya membangun prototype alat-alat kesehatan yang sebelumnya harus diimpor agar bisa diproduksi di dalam negeri;

6. SONJO-Legawa, fokus mengorganisasi lembaga-lembaga sosial untuk mengoptimalkan penyaluran bantuan kemanusiaan.

Hastag SONJO adalah #OraAnaSingKeri atau tidak ada seorangpun yang tertinggal dan #OraKeri atau tidak tertinggal.

Profil dan dinamika yang terjadi di SONJO telah dirangkum dalam file presentasi berikut ini:
https://drive.google.com/file/d/1BThRInj3FDdO79H76A2_1Bp5x4kiUkGv/view?usp=sharing

#OraAnaSingKeri
#OraKeri #OTBningMigunani