Categories
Report

Pola Pertambahan Kasus COVID-19 di Indonesia

Mengenali pola pertambahan kasus COVID-19 minimal dapat dilihat secara kasat mata (baca: berbasis data) dengan melihat pola pertambahan range kasus harian, triger/pemantik terjadinya fluktuasi, dan waktu (time series) pertambahannya. Sementara ini dapat diketahui ada 3 pola mendasar yang menunjukkan terjadi “wave”/gelombang pertambahan yang menunjukan ada sesuatu yang signifikan dalam perkembangan kasus kedepan, yang menentukan proyeksi dan kapasitas penanganan yang ada.

  1. Pertambahan kasus “by number” terdapat pola pertambahan di range 1-1000 kasus per hari, 1001 sd 2000 kasus per hari, dan 2001 sd 3000 kasus per hari. Range ini akan berubah polanya seiring makin banyaknya kasus yang terdeteksi, bisa range 2500 atau lebih.
  2. Pertambahan kasus “by trigger” yang ditunjukan kekerapan grafik naik turun dari pertambahan kasus harian yang disebabkan adanya momen, event, statement, atau kebijakan yang diambil pemangku kepentingan yang kurang peka terhadap krisis dan memicu pertambahan kasus yang lebih banyak.
  3. Pertambahan kasus “by range waktu” yang menunjukkan waktu yang diperlukan untuk mendapatkan momen pertambahan yang signifikan. sementara didapati fase 2 dan 3 bulan, dengan kencenderungan yang makin singkat.

Ketiga pola diatas memperkuat argumen, bahwa pemangku kepentingan harus melakukan langkah lebih strategis dan impactfull untuk menahan laju pertambahan kasus yang makin meningkat ditengah “sense of crisis” pemangku kepentingan dan masyarakat yang makin rendah. Jargon Jaga Jarik, pakai masker dan cuci tangan efektif secara individual. PSBB tidak efektif lagi dijalankan, “new normal” terbukti memacu pertambahan kasus (dengan kata lain gagal), dan yang harus diwaspadai strategi untuk recovery pertumbuhan ekonomi memicu pertambahan kasus yang makin eksponensial.

Tentang Respon COVID-19 Indonesia

Respon COVID-19 Indonesia adalah insiaisi data movement untuk mitigasi penyebaran COVID-19 di Indonesia. Terpublikasi melalui website dan dashboard data cases di Indonesia pada covid19.gamabox.id sejak tanggal 13 Maret 2020. Merupakan inisiasi kerjasama Lab Riset Sistem Komputer dan Jaringan, DIKE FMIPA UGM dan Start Up Widya Analytic. Memfokuskan pada pengumpulan data lapangan dan analisisnya secara faktual dalam perspektif 360 derajat sudut pandang data, didukung dengan tim riset ilmiah, tim kampanye mitigasi dan tim teknis pengembangan peralatan tepat guna untuk meredam penyebaran.

Categories
Report

Memasuki Fase 2000 kasus per-hari

Pertambahan kasus harian COVID-19 di Indonesia per hari ini 16 Agustus 2020 memang sudah terlihat sejak lama akan memasuki fase pertambahan yang konsisten dan di fase yang tinggi. Hal ini sebenarnya tidak sekedar hanya data/angka semata, tetapi menunjukkan pola persebaran COVID-19 di Indonesia memang mulai tidak dapat dikendalikan. Tidak dapat dikendalikan ini bermakna, kita tidak memiliki kendali terhadap pertambahan dan persebaran, dan hanya bisa defensif menunggu hasil tes dan melakukan penanganan medis.

Categories
Report

Behind the scene

Categories
Report

Pertambahan 1000-an kasus per hari yang harus diwaspadai

Pertambahan kasus per hari di range angka 1000 kasus COVID-19 di Indonesia sudah berjalan saat ini. Sesuai prediksi dari tim respon COVID-19 Indonesia jauh hari sebelumnya, pola pertambahan kasus di Indonesia akan bertambah dengan level baru jumlah kasus per hari. Dan tampaknya angka pertambahan per hari yang sudah semakin tinggi, tidak dimaknai dengan kewaspadaaan dan sebaliknya semakin marak pelonggaran yang terjadi. Prediksi kami, sebentar lagi kita akan masuk fase pertambahan kasus harian diangka 1500-2000 kasus per hari dan terus bertambah hingga tidak terkendali, jika pola dan manajemen mitigasi seperti saat ini.

Categories
Report

Pertambahan Kasus Harian yang eksponensial

Mengamati pergerakan dan pertambahan kasus nasional COVID-19 sejak dimulainya fase/gelombang baru (3rd wave-menurut kami), terjadi range pertambahan kasus diantara 800-1300 kasus per hari. Hal ini dicatatkan berturut-turut sejak tanggal 6 Juni 2020 hingga hari ini. Pertambahan kasus ini selain disebabkan jumlah kasus terkonfirmasi yang meningkat di beberapa daerah, rapid test yang semakin masal dan banyak dilakukan, serta pola mobilitas manusia yang makin mendekati kehidupan normal (baca: normal seperti sebelum pandemi terjadi).

Categories
Report

Mewaspadai “New Normal” sebagai 3rd wave

Pada tanggal 6 Juni 2020, tepat 2 minggu setelah event sebelum dan sesudah “lebaran” (baca: masyarakat mulai meramaikan tempat belanja, pasar dan lainnya) terjadi lonjakan kembali kasus positif COVID-19 di Indonesia dengan mencapai angka 993 dan diikuti tanggal 7 Juni 2020 sebanyak 672. Sayangnya kenaikan kasus dan konstannya pertambahan diatas 500 kasus ditanggapi dingin baik oleh Pemerintah, Pemda dan bahkan masyarakat. Lonjakan kasus harian saat ini lebih tertutup dengan bergulirnya istilah “new normal” yang kemudian disikapi semua pihak sebagai relaksasi dengan versi nya masing-masing. Meskipun ada daerah yang tetap menggunakan istilah PSBB transisi, dan daerah lain yang masih berjuang dengan pertambahan kasus yang makin tinggi.

Categories
Report

“New Normal” vs “New Pattern” Pertambahan COVID-19

Saat ini seperti memasuki babak baru kasus yang terjadi pada pertambahan dan persebaran COVID-19 di Indonesia. Pemerintah Indonesia sudah melancarkan jargon “new normal” sebagai solusi untuk membuka/relaksasi pengetatan pembatasan sosial yang sudah berjalan, mengerakan roda ekonomi dan sektor lain, dan mengulirkan kehidupan normal dengan cara baru. Strategi ini dilakukan ditengah-tengah pertambahan dan persebaran kasus di Indonesia memasuki pola baru, bukan lagi pola pertambahan karena tercapainya jumlah test harian, tetapi dipicu dengan moment/event dan strategi yang mendorong terjadinya mobilisasi. Denyut perubahan ini sebenarnya sudah terasa ketika terjadi “relaksasi” pembatasan sosial dengan membuka channel transportasi, kemudian beberapa derah keluar dari mode PSBB. Tetapi tampaknya pertambahan dan persebaran berdasarkan data yang ada pun tidak mengoyahkan pilihan strategi ini.

Bagaimana dengan strategi “new normal” saat ini?

Categories
Report

Prediksi Outbreak Baru dan Terkonfirmasinya Kurva Semu

Pada tanggal 21 Mei 2020, pertambahan jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia mencatatkan pertambahan tertingginya selama ini. Selain faktor makin gencarnya pelaksanaan tes masal dan beberapa daerah cukup intents mengencarkan tracing dan testing tentu saja. Pertambahan ini mestinya bukan pertambahan biasa, yang hanya dihasilkan karena pertambahan tes semata. Pertambahan yang berjumlah hampir 1000 kasus ini, mengkonfirmasikan sebenarnya kondisi pada minimal 10-14 hari yang lalu, jika masih menggunakan asumsi masa inkubasi. Artinya, pada 10-14 hari yang lalu terdapat suatu event yang menyebabkan sekian banyak orang terpapar covid-19 di suatu lokasi atau banyak lokasi.

Categories
Report

Grafik Melandai Semu & Pola Pertambahan Per Pulau

Saat ini mulai berkembang wacana untuk melakukan relaksasi penerapan PSBB di beberapa daerah karena ada keyakinan kurva yang melandai, dan pertambahan kasus yang mendekati zero beberapa hari ini. Seperti angin segar, hal ini membuat masyarakat dan banyak pihak terpantik untuk juga melonggarkan diri terhadap disipilin jarak fisik dan tinggal di rumah yang selama ini dilaksanakan baik secara individu, keluarga, kelompok masyarakat dan kawasan tertentu. Kita juga melihat kebijakan Pemerintah yang memberikan kelonggaran jalur mobilisasi warga dengan beberapa aturan yang telah dikerjakan untuk transportasi udara dan lainnya. Sebenarnya, hal ini tentu sangat dinanti situasi dan kabar yang membaik seperti ini…tetapi apakah benar situasi sudah sedemikian “nyaman” untuk melonggarkan banyak hal? Jika bermain dengan spekulasi, pengamatan visual dan sejenisnya tentu akan mudah dilihat dan langsung direspon, bagaimana data berbicara dengan situasi ini.

Categories
Report

2nd Wave Pola Pertambahan COVID-19


Perkembangan dan pertambahan kasus COVID-19 saat ini menunjukkan model kurva yang melandai, ditandai dengan beberapa daerah melaporkan tidak ada pertambahan kasus baru, tetapi disisi lain pertambahan kasus baru muncul di daerah yang tidak di duga. Implementasi PSBB yang makin meluas dan ketat juga telah dilaksanakan di beberapa daerah dan memberikan efek pada pertambahan kasus ini.

Di sisi lain, Pemerintah mulai mewacanakan pelonggaran PSBB di beberapa daerah dengan alasan ekonomi dan kepentingan lainnya. Masyarakat juga mulai kendur dalam disipilin stay at home dan physical distancing, disertai ketidaksadaran dalam beraktivitas di ruang publik.