Categories
Report

Pertambahan Kasus Harian yang eksponensial

Mengamati pergerakan dan pertambahan kasus nasional COVID-19 sejak dimulainya fase/gelombang baru (3rd wave-menurut kami), terjadi range pertambahan kasus diantara 800-1300 kasus per hari. Hal ini dicatatkan berturut-turut sejak tanggal 6 Juni 2020 hingga hari ini. Pertambahan kasus ini selain disebabkan jumlah kasus terkonfirmasi yang meningkat di beberapa daerah, rapid test yang semakin masal dan banyak dilakukan, serta pola mobilitas manusia yang makin mendekati kehidupan normal (baca: normal seperti sebelum pandemi terjadi).

Pertambahan kasus yang tinggi dalam satu hari yang terkonfirmasi dapat dipandang sebagai usaha yang bagus dari stakeholder untuk melakukan testing/pemeriksanaan terhadap orang yang terkena COVID-19. Hal ini dapat menunjukkan kapasitas yang meningkat dari kinerja tim yang menangani hal ini baik di daerah maupun di Pusat. Pertambahan kasus ini juga menunjukkan dengan semakin banyaknya yang terdeteksi, maka usaha lanjutan untuk melakukan Tracing, dan treatment bisa diusahakan secepat mungkin dan se-antisipatif mungkin untuk tidak membuat pertambahan yang makin tidak terkendali.

Selain sisi positif tersebut, pertambahan kasus yang ditunjukkan juga memperlihatkan makin menyebarnya COVID-19 di Indonesia dengan kemunculan episentrum-episentrum penyebaran baru. Maknanya, usaha untuk menutup kemungkinan pusat persebaran baru, hampir dipastikan mulai menunjukkan tidak terkendali. Himbauan setiap hari melalui berbagai media, berganti person, melibatkan “tokoh/artis” dan lainnya, mulai terlihat mengendur dari sisi impactnya.

Sisi yang lebih ektrim memperlihatkan bahwa masyakarat mulai tidak “peduli” dan mulai memilih berperilaku “normal” dengan ala-nya masing-masing dengan dalih kebutuhan ekonomi, dan lainnya. New normal tidak efektif untuk pertambahan kasus ini, tapi hanya efektif untuk membuat orang lebih aware segera beraktivitas dibanding untuk menahan dan menghentikan laju ini.

Menurut kami, kita sudah masuk fase pertumubuhan/gelombang ke -3. Gelombang 1 ditandai dengan PSBB yang dilaksanakan untuk mengantisipasi persebaran dari pusat persebaran utama sebelumnya ditambai dengan pertambahan kasus di range 100-400 kasus perhari. Gelombang kedua ditandai dengan wacana relaksasi dan disambut pembukaan beberapa jalur keluar masuk wilayah, dan mulainya masyarakat beraktivitas. Gelombang ini ditandai pertambahan kasus di range 400-1000 kasus per hari. Gelombang ke tiga kita masuk dengan new normal, yang ditandai kasus bertambah di range 800-1300 kasus per hari. Kami mulai menaruh perhatian pada pertumbuhan dari pertambahan kasus yang menunjukkan pola yang memiliki pucak yang landai dan akan bertahan cukup lama.

Dari hal ini beberapa langkah strategik bagi stakeholder adalah

  1. Saatnya mengubah strategi yang strategik dari memfokuskan pada penguatan fasilitas kesehatan, testing-tracing-treatment yang ketat, pembuatan zonasi wilayah yang berbasis pertumbuhan harian menjadi memfokuskan pada pertambahan berbasis pola gelombang yang mulai muncul.
  2. Mitigasi ini tidak akan maksimal dengan menggunakan gimic “tokoh/artis” untuk mengedepankan kampanye. Ini hanya akan menarik attention tapi tidak pada action. Pandemi ini hanya akan efektif di sampaikan oleh alinya, yaitu epidemeologis, dan data scientist. Masyarakat diajak untuk memperhatian aspek pertambahan kasus dan mewasdapai setiap even yang memantiknya. Berikan contoh riel ketika sebelum lebaran banyak masyakarat yang berlonggar ke pasar tradisional, mall dan lainnya. Penyelenggaraan even-event yang tidak memperhatikan protokol kesehatan.
  3. Mewaspadai pola pertambahan data yang terjadi, karena akan muncul puncak-puncak yang landai di masa depan, yang membuat grafik akan bertahan lama di angka yang tinggi, dan makin tidak terkontrol/terkendali untuk diturunkan atau di ratakan.
  4. Masyarakat harus dibuat perhatian dengan data ini, disertai himbauan yang lebih riel dan membumi pada pemahaman, tidak hanya level nasional, tapi juga harus dilakukan Pemerintah, Tokoh dan pihak yang kompeten di lingkup Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan Nasional. Sudah saatnya tidak menggunakan strategi “keartisan” untuk membuat attention, tapi ini saatnya membuat masyarakat lebih cerdas dan memahami seluk beluk pandemi ini, karena “perang” masih akan berjalan cukup lama.

Tentang Respon COVID-19 Indonesia

Respon COVID-19 Indonesia adalah insiaisi data movement untuk mitigasi penyebaran COVID-19 di Indonesia. Terpublikasi melalui website dan dashboard data cases di Indonesia pada covid19.gamabox.id sejak tanggal 13 Maret 2020. Merupakan inisiasi kerjasama Lab Riset Sistem Komputer dan Jaringan, DIKE FMIPA UGM dan Start Up Widya Analytic. Memfokuskan pada pengumpulan data lapangan dan analisisnya secara faktual dalam perspektif 360 derajat sudut pandang data, didukung dengan tim riset ilmiah, tim kampanye mitigasi dan tim teknis pengembangan peralatan tepat guna untuk meredam penyebaran.

@2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *