Categories
Report

Prediksi Outbreak Baru dan Terkonfirmasinya Kurva Semu

Pada tanggal 21 Mei 2020, pertambahan jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia mencatatkan pertambahan tertingginya selama ini. Selain faktor makin gencarnya pelaksanaan tes masal dan beberapa daerah cukup intents mengencarkan tracing dan testing tentu saja. Pertambahan ini mestinya bukan pertambahan biasa, yang hanya dihasilkan karena pertambahan tes semata. Pertambahan yang berjumlah hampir 1000 kasus ini, mengkonfirmasikan sebenarnya kondisi pada minimal 10-14 hari yang lalu, jika masih menggunakan asumsi masa inkubasi. Artinya, pada 10-14 hari yang lalu terdapat suatu event yang menyebabkan sekian banyak orang terpapar covid-19 di suatu lokasi atau banyak lokasi.

Dari analisis yang dibuat pada Respon COVID-19 Indonesia (covid19.gamabox.id), pada kurun waktu tersebut terdapat pemantik berupa informasi/wacana relaksasi PSBB dan pelonggaran terhadap beberapa aktivitas kerumunan baik secara formal maupun informal. sebagai contoh kerumunan suatu gerai cepat saji di Jakarta, beberapa mall yang kembali diserbu pengunjung, longgarnya penerapan physical distancing di pasar tardisional di sejumlah daerah termasuk Jawa Timur dan lainnya. Kemudian juga adanya arus mobilisasi manusia melalui jalur udara yang menyababkan antrian panjang di salah satu bandara besar di Indonesia, plus mulai leluasanya orang bepergian ke luar kota melalui jalur udara, darat dan laut. Meskipun penyekatan dilakukan, kedisiplinan masyarakat dengan mengakali transportasi agar sampai tempat tujuan dilakukan dengan penuh kreatifitas. Sebagai catatan pertambahan kasus lonjakan ini banyak terjadi di wilayah Jawa Timur dan tersebar di beberapa daerah lainnya.

Event diatas hanyalah pemantik, tapi kami pekerja data, melihatnya sebagai sebuah bentuk konfirmasi dari hasil analisis kami mengenai kurva melandai yang semu sebelumnya . Ini adalah data awal menuju wave ke 2 gelombang pertambahan kasus yang akan menunjukan grafik tak tentu tapi dalam level yang tinggi. Dengan bahasa lain, grafik akan naik turun tapi dalam “new level” angka pertambahan yang tinggi misalnya yang biasanya per hari antara 100-500 kasus per hari akan bergeser ke 600-1200 per hari. Grafik dibawah ini menunjukan pola pertambahan tajam ke atas yang mengkonfirmasikan hal tersebut.

Hal ini tentu juga kemudian masih terkonfirmasi menaiknya grafik pertambahan kasus hampir diseluruh wilayah Indonesia pada grafik ini

Saat ini kita akan menghadapi potensi pemantik yang lebih besar yaitu perayaan Idul Fitri, yang seharusnya menjadi momentum kita untuk menang melawan COVID-19 ini, bisa jadi akan menjadi momentum sebaliknya jika tidak mewaspadai dengan baik. Potensi kerumunan besar akan terjadi sangat di banyak titik, mobilisasi warga yang makin kerap, dan kontak fisik yang berpotensi terjadi dengan jarak fisik yang akan terlanggar. Kapasitas tenaga medis kita makin turun karena kelelahan fisik, jumlah orang dan kapasitas yang makin terutilisasi dengan besar.

Bagaimana Mitigasi Hal ini….

Melihat kasus serupa di Brazil dan negara lain, yang mengalami outbreak luar biasa setelah adanya event perayaan hari besar keagamaan sehingga mencatatkan pertambahan kasus yang eksponensial, maka wajib bagi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Masyarakat menjadikan ini warning penting.

  1. Sampai saat ini masih belum masif himbauan, peringatan dan dorongan dari Pemerintah Pusat melalui saluran informasi yang masif misal TV dan radio untuk terus menerus mendengungkan isu pertambahan kasus ini. bagaimanapun masyarakat harus terus diingatkan dan diberikan informasi sebanyak mungkin.
  2. Pemerintah Pusat perlu mempertegas dan memberlakukan PSBB di suasana lebaran bukan hanya di hari H tapi dengan durasi yang maksimal untuk menekan laju.
  3. Pemerintah Daerah yang belum memberlakukan PSBB perlu sekali meninjau implementasi ini secepat mungkin, yang akan memperpanjang harus segera mengeksekusinya.
  4. Masyarakat, pemuka agama dan tokoh masyarakat harus bekerjasama dan kompak, kegiatan sosial dan keagamaan yang berpotensi menngumpulkan orang dan tidak terkontrol lingkungan dan pengecekan kesehatannya perlu dipikirkan ulang untuk dijalankan. Jangan sampai hanya kesenangan satu hari akan berdampakn pertambahan kasus tinggi di 10-14 hari mendatang.
  5. Perlu ada monitoring dan suatu aksi tanggap darurat untuk memetakan, mendata dan mengidentifikasi potensi kemunculan klaster baru misalnya berdasarkan titik lokasi sholat ied, berdasarkan pola pergerakan masyarakat yang masif, serta pola-pola lain yang dominan selama kurun waktu seminggu kedepan.
  6. Bagi kelompok masyarakat yang mengadakan kegiatan berkumpul dalam jumlah yang banyak atau sedikit, harus bersiap dengan resiko terburuk dan bertanggungjawab, misalnya mendata orang yang datang, memastikan kesehatannya, dan jika terjadi kasus maka harus dengan jujur mengakui agar memudahkan tracing.

Kami memprediksi situasi beberapa hari kedepan ini akan menjadi situasi yang akan memberikan resiko besar di masa mendatang, sehingga sangat diperlukan kewaspadaan dari sisi teknis tanggap darurat, analisis data dan kampanye untuk terus meningkatkan kewaspadaan di masyarakat, ketika sudah lemahnya pressure dan konsistensi dari Pemangku Kepentingan.

Tentang Respon COVID-19 Indonesia

Respon COVID-19 Indonesia adalah insiaisi data movement untuk mitigasi penyebaran COVID-19 di Indonesia. Terpublikasi melalui website dan dashboard data cases di Indonesia pada covid19.gamabox.id sejak tanggal 13 Maret 2020. Merupakan inisiasi kerjasama Lab Riset Sistem Komputer dan Jaringan, DIKE FMIPA UGM dan Start Up Widya Analytic. Memfokuskan pada pengumpulan data lapangan dan analisisnya secara faktual dalam perspektif 360 derajat sudut pandang data, didukung dengan tim riset ilmiah, tim kampanye mitigasi dan tim teknis pengembangan peralatan tepat guna untuk meredam penyebaran.

@2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *