Categories
Report

Grafik Melandai Semu & Pola Pertambahan Per Pulau

Saat ini mulai berkembang wacana untuk melakukan relaksasi penerapan PSBB di beberapa daerah karena ada keyakinan kurva yang melandai, dan pertambahan kasus yang mendekati zero beberapa hari ini. Seperti angin segar, hal ini membuat masyarakat dan banyak pihak terpantik untuk juga melonggarkan diri terhadap disipilin jarak fisik dan tinggal di rumah yang selama ini dilaksanakan baik secara individu, keluarga, kelompok masyarakat dan kawasan tertentu. Kita juga melihat kebijakan Pemerintah yang memberikan kelonggaran jalur mobilisasi warga dengan beberapa aturan yang telah dikerjakan untuk transportasi udara dan lainnya. Sebenarnya, hal ini tentu sangat dinanti situasi dan kabar yang membaik seperti ini…tetapi apakah benar situasi sudah sedemikian “nyaman” untuk melonggarkan banyak hal? Jika bermain dengan spekulasi, pengamatan visual dan sejenisnya tentu akan mudah dilihat dan langsung direspon, bagaimana data berbicara dengan situasi ini.

Informasi Kurva yang Melandai yang mulai dihembuskan saat ini ternyata semu belaka. Semu dalam artian, pertambahan kasus memang melandai beberapa saat tetapi ini lebih karena EFEK IMPLEMENTASI PSSB yang dijalankan sebelumnya, efek penerapan 2 minggu atau 1 bulan lalu. Jika kemudian respon kita melonggarkan, ini seperti membuka ikatan kuat untuk menahan jebolnya air. Efek ledak dan jebolnya kurva melandai ini akan hanya sebentar dan kembali memunculkan wave ke -2 atau wave berikutnya, bukan di episentrum wilayah saat ini tetapi di daerah yang menjadi lokasi/destinasi tujuan mobilitas manusia.

Berikut adalah analisis grafik yang dihasilkan terjadinya pola pertambahan signifikan kasus di daerah dengan membagi klaster per pulau dengan asumsi dalam satu kawasan pulau memudahkan mobilisasi warganya.

Melihat pola ini maka alangkah baiknya jika pemangku kepentingan segera merespon dengan mendasari kebijakan berbasis data seperti ini, yang sangat yakin data yang dimiliki lebih lengkap dan mendalam

1.Kebijakan relaksasi PSBB bukanlah cara yang tepat, ini hanya akan mengeser pola pertumbuhan ke daerah dan memunculkan banyaknya klaster case baru yang tidak terprediksi

2.PSBB adalah model yang “so far” masih bisa digunakan untuk menahan, belum menekan atau menghilangkan. Sembari menahan sebenarnya ini adalah waktu yang tepat untuk mengatur semua sumber daya negara ini untuk melewati pandemi dalam jangka panjang, baik secara ekonomi, politik dan sosial kemanusiaan

3.Kebijakan haruslah ketat dan linier antara Pusat dan Daerah, tidak ada kebijakan yang ambigu bahkan tidak konsisten. Beberapa negara saat ini sudah memulai relaksasi tapi berani mengambil langkah disiplin, ketat dan pressure benar ke disiplin masyarakat dalam kurun waktu 2-3 bulan diawal.

4.Indonesia pasti bisa melewati tapi dengan kunci disiplin dan konsisten, serta “speak with data”

Tentang Respon COVID-19 Indonesia

Respon COVID-19 Indonesia adalah insiaisi data movement untuk mitigasi penyebaran COVID-19 di Indonesia. Terpublikasi melalui website dan dashboard data cases di Indonesia pada covid19.gamabox.id sejak tanggal 13 Maret 2020. Merupakan inisiasi kerjasama Lab Riset Sistem Komputer dan Jaringan, DIKE FMIPA UGM dan Start Up Widya Analytic. Memfokuskan pada pengumpulan data lapangan dan analisisnya secara faktual dalam perspektif 360 derajat sudut pandang data, didukung dengan tim riset ilmiah, tim kampanye mitigasi dan tim teknis pengembangan peralatan tepat guna untuk meredam penyebaran.

@2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *