Categories
Report

Efektivitas PSBB dalam Menekan Pertumbuhan Kasus COVID-19

Saat ini tercatat beberapa daerah sudah mengajukan, melaksanakan dan memperpanjang pelaksanaan PSBB sebagai upaya aktif untuk menekan dan menahan pertumbuhan dan persebaran kasus COVID-19 yang makin memasuki semua daerah. PSBB berbeda dengan lockdown yang diterapkan di beberapa negara. Tentu saja untuk melihat efektivitasnya tidak mudah dan tidak bisa serta merta.

DKI Jakarta memulai PSBB sebagai respon dari wilayah sentral pertumbuhan kasus COVID-19, kemudian Jawa Barat, dan daerah lainnya menyusul. Dalam prosesnya, Pemerintah melalui Presiden secara tegas sudah melarang Mudik sebagai suatu model perpindahan penduduk yang berpotensi meningkatkan kontak dan perjumpaan.

Dari implementasi PSBB beberapa daerah tersebut secara Nasional pertumbuhan kasus masih menunjukkan grafik yang menaik dan pertambahan kasus yang makin naik, meski jumlah pasien sembuh mulai menunjukkan grafik yang optimis kedepan, disamping perhatian juga pada jumlah kasus yang menyebabkan kematian.

PSBB menjadi krusial, dengan asumsi jika pelaksanaannya tidak dilaksanakan dengan seutuhnya. Pembatasan skala besar bukan hanya skala wilayah tetapi juga skala aktivitas, jam dan kesadaran besar dari semua penduduk, pemangku kepentingan dan pemerintah.

Sampai saat ini, kita masih berharap PSBB akan memunculkan efek untuk paling tidak mempertahankan angka pertumbuhan, untuk menurunkan grafik faktor kesadaran penduduk untuk TIDAK BERKONTAK dan BERJUMPA akan sangat dominan. Pemerintah harus mulai aktif mencegahnya, tidak permisif dengan kerumunan yang berpotensi besar, dan serta ada usaha untuk menjamin Penduduk tercukupi dari sisi pangan, ekonomi dan sosialnya.

Kesimpulan dari analisis ini adalah (1) PSBB akan efektif dengan implementasi penuh, bukan hanya menyeleksi kendaraan keluar masuk wilayah, tetapi memang menahan orang untuk tidak berjumpa dan berkontak, (2) PSBB dilakukan menyeluruh dalam skala kecil tapi banyak tempat. Model check point efektif untuk menyeleksi keluar masuk wilayah, tapi kontrol wilayah didalam akan tidak terkontrol, (3) Pemerintah harus mau hadir dan turun ke wilayah untuk menunjukkan pentingnya ini, Leadership Gubernur, Walikota dan Bupati, tokoh agama dan masyarakat akan menjadi simpul kuat tersendiri PSBB di wilayah dan komunitasnya. Masyarakat saat ini hanya butuh empati dan contoh nyata Pemerintahnya untuk disiplin ber PSBB, maka masyarakat akan bergerak dengan kekuatannya untuk disiplin dan fokus

Team Lead: Dr. Mardhani (mardhani@ugm.ac.id), team Member: Respon COVID-19 Indonesia #Data #Research #DataScience team

covid19.gamabox.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *