Categories
Report

Pertumbuhan Kasus COVID-19 di Indonesia secara linear dan eksponensial

Salah satu kunci mitigasi Pendemi COVID-19 di Indonesia adalah mengendalikan laju pertumbuhan dari kasus ODP ke PDP, kemudian ke PDP ke Positif COVID-19. Selanjutnya proses penanganan medis untuk menyembuhkan kita percayakan pada pihak tenaga medis yang sudah berjuang LUAR BIASA.

Saat ini terdapat beberapa definisi mengenai istilah dari masing-masing klasifikasi kasus yang terjadi.

Kunci dari pertumbuhan kasus adalah poin berkontaknya orang yang tidak memiliki riwayat, gejala dan potensi dengan orang yang memiliki riwayat berkontak dengan orang yang terkena, atau berjumpa dalam suatu tempat yang sangat riskan.

Memproyeksikan pertumbuhan kasus ini bertujuan untuk memberikan gambaran proses percepatan pertumbuhan kasus dan sekaligus menunjukkan potensi resiko didepan yang masih besar, sedang atau rendah.

Data Driven movement Respon COVID-19 Indonesia, yang sejak 13 Maret 2020 melakukan analisis data angka, behavior analysis, SIR analysis dan potential risk analysis memiliki hasil analisi prediktif dengan 2 pendekatan yaitu linear dan eksponensial. Pendekatan linear menunjukkan pertumbuhan kasus yang mengikuti kemampuan stakeholder dalam mendeteksi (baca: melakukan rapid test, kapasitas medis dan sejenisnya).

Sementara analisis eksponensial menunjukkan pola pertumbuhan berlipat yang memperhitungkan asumsi percepatan karena beberapa poin yang menyebabkan tidak terjaganya faktor utama yaitu Kontak dan Perjumpaan kasus. Hasil analisis dapat dilihat pada grafik dibawah ini:

Kesimpulan dari analisis ini hingga report ini dibuat adalah (1) Faktor Kontak di kasus pertumbuhan di Indonesia sangat tinggi hampir merata dari seluruh Indonesia, sehingga dilakukan langkah preventif dan kontrol yang kuat untuk meminimalisir faktor kontak. PSBB dibuat menjadi lebih kecil lingkupnya, kluster lingkungan atau wilayah yang mudah dikontrol dan diminimalisir kontaknya.

(2) Faktor perjumpaan dikasus pertumbuhan di Indonesia menyebabkan persebaran secara wilayah sangat meluas di seluruh provinsi di Indonesia. Dalam hal ini ada potensi pembawa kasus sebenarnya memiliki potensi OTG, kemudian akan memantik kasus di wilayah masing-masing. Hal ini juga terkonfirmasi saat ini di beberapa daerah yang secara demografi sebenarnya bukan jalur distribusi/mobilisasi manusia utama. sebagai contoh beberapa desa di Jawa Timur dan Jawa Tengah muncul kasus positif karena hal ini.

(3) Potensi pertumbuhan secara eksponensial paling relevan di Indonesia ditengah belum penuhnya kesadaran meminimalkan faktor Kontak dan Perjumpaan di masyaarakat umum, kesadaran potensi status OTG-ODP-PDP yang masih belum dipahami, dan kondisi sosial yang perlu di rekayasa untuk memunculkan kesadaran kolektif yang kuat untuk menahan laju persebaran dan pertumbuhan.

Hasil kajian ini masih akan terus di update dan di release sebagai bagian edukasi dan data-driven tentang mitigasi COVID-19 di Indonesia.

Penyusun:

Team Lead: Dr. Mardhani (mardhani@ugm.ac.id), team Member: Respon COVID-19 Indonesia #Data #Research #DataScience team

covid19.gamabox.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *